Dalam kegiatan ekspor tentu ada beberapa dokumen yang harus dipenuhi oleh eksportir. Salah satunya adalah Certificate of Origin atau yang sering disingkat menjadi COO. COO merupakan surat keterangan dari negara mana produk tersebut berasal. Dokumen ini dibutuhkan oleh pembeli di luar negeri. Selain harus memiliki COO, barang tersebut harus dilaporkan kepada Departemen Perdangan dan juga bea cukai.
Jika sebelumnya untuk pengurusan COO dan pendaftaran barang dilakukan secara manual di pelabuhan dan memakan waktu yang lama. Saat ini di pelabuhan Kementrian Perdagangan sudah menyediakan aplikasi online yang terkoneksi ke layanan internet. Sehingga prosesnya akan berjalan lebih cepat dibandingkan dengan cara manual yang membutuhkan pemindahan dokumen dari satu meja ke meja lainnya. Aplikasi ekspor online yang terkoneksi ke layanan internet ini diluncurkan oleh Kementrian Perdagangan pada 1 Oktober 2010. Continue reading

Sejak Indonesia dengan China memberlakukan kerja sama perdagangan dalam naungan ASEAN-China Free Trade Agreement, ekspor impor kedua negara mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan sebelum ada kerja sama perdagangan. Ekspor Indonesia di tahun 2010 ke Tiongkok mencapai angka Rp 10 Trilyun. Impor barang asal Tiongkok ke Indonesia mencapai angka Rp 14 Trilyun. Ini berarti ekspor impor Indonesia di tahun 2010 mengalami defisit perdagangan. 
Data ekspor yang dihimpun dari media massa dan situs resmi pemerintah Indonesia periode tahun 2009 sampai 2010 menunjukkan tren peningkatan. Data ekspor mulai bulan januari hingga oktober tahun 2010 mencapai angka USD 125,13 milyar. Angka ekspor Indonesia ini lebih tinggi daripada angka ekspor Indonesia pada periode bulan yang sama di tahun 2009. Perubahan angka
Perekonomian yang kuat pada suatu negara didukung oleh industri hilir. Produk jadi dari industri hilir memiliki nilai tambah ekonomi yang sangat tinggi. Produk ini juga membuktikan nilai identitas budaya yang tinggi dari suatu bangsa. Oleh karena itu, pemerintah sudah berada di jalur yang benar membuat arah
Perdagangan ekspor impor Indonesia di tahun 2011 diprediksi masih berkutat pada barang kebutuhan pokok, barang kebutuhan manufaktur, barang elektronik dan telekomunikasi. Inflasi Indonesia lebih banyak disumbang dari sektor bahan makanan. Hal ini menunjukkan prediksi impor lebih banyak dari barang kebutuhan pokok makanan. Kurs rupiah yang menguat terhadap berbagai mata uang asing akan mendorong masuknya barang konsumsi dari luar negeri banyak beredar di pasar dalam negeri. Pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih banyak didorong oleh ekspor impor dan tingkat konsumsi barang.
Situasi ekspor Indonesia tidak terlepas dari situasi perekonomian internasional. Kondisi perekonomian makro Indonesia saat ini lebih banyak dibanjiri capital inflow dari luar negeri. Akibatnya nilai tukar rupiah cenderung menguat terhadap mata uang asing. Penguatan kurs rupiah yang tak terkendali dapat mengancam ekspor Indonesia.
Produsen sepatu di Cibaduyut, Jawa Barat mengungkapkan keluhan penjualan sepatu mereka. Penjualan sepatu mereka mengalami penurunan hampir sebesar 60 persen. Pengusaha sepatu yang tergabung pada Bina Usaha Angkatan Muda Indonesia Bersatu merasakan penurunan sejak dibuka keran kerja sama ekonomi ASEAN-China Free Trade Agreement bulan Juli tahun 2010.