Kondisi Ekspor Indonesia Saat ini

ekspor indonesiaSituasi ekspor Indonesia tidak terlepas dari situasi perekonomian internasional. Kondisi perekonomian makro Indonesia saat ini lebih banyak dibanjiri capital inflow dari luar negeri. Akibatnya nilai tukar rupiah cenderung menguat terhadap mata uang asing. Penguatan kurs rupiah yang tak terkendali dapat mengancam ekspor Indonesia.

Data ekspor tahun 2010 yang diperoleh dari media cetak dan internet menunjukkan ekspor Indonesia menyasar pada negara-negara Eropa dan Amerika serikat. Walaupun kondisi perekonomian di negara-negara tersebut sedang mengalami krisis keuangan. Kondisi perekonomian yang defisit di Yunani mengkhawatirkan negara-negara Eropa lainnya. Sedangkan untuk di Asia, ekspor Indonesia menyasar negara Arab saudi, India dan China.

Barang ekspor Indonesia diramaikan oleh bahan baku mentah. Bahan baku mentah yang diekspor oleh eksportir sebagian besar dari sektor industri pertanian, perkebunan dan kehutanan. Sedangkan barang ekspor dari sektor industri produk jadi diramaikan oleh mebel, mi instant, alat tulis, sepatu indonesia, dan garment.

Data ekspor yang mengambil dari kementerian perdagangan Indonesia tahun 2010, pada umumnya komoditas barang ekspor mengalami peningkatan volume. Barang ekspor yang mengalami peningkatan yaitu crude palm oil (CPO), lateks, kopi, nanas, fillet ikan dan kayu sengon.

Hambatan yang sering mengancam ekspor Indonesia yaitu regulasi pemerintah dan tata niaga produk dalam negeri. Kebijakan pemerintah seringkali bertentangan dengan kondisi pasar. Birokrasi yang panjang dan rawan pengenaan tarif tidak resmi membuat biaya ekonomi sangat tinggi. Isu-isu global tentang ekolabeling mengancam perjanjian transaksi perdagangan. Kejadian pembatalan transaksi perdagangan sudah dialami oleh beberapa eksportir.

Biaya pengangkutan yang tinggi sering membuat barang ekspor tidak terangkut. Kebijakan pemerintah tentang pembatasan BBM mengakibatkan kenaikan ongkos angkut barang antar pulau. Bahan baku mentah dari daerah menjadi tersendat. Hal ini menimbulkan ketersediaan barang ekspor sulit didapati oleh eksportir.

Saat ini banyak eksportir mengeluh adanya diskriminasi pengenaan bea masuk barang ekspor Indonesia. Pengenaan bea masuk ke negara pengimpor sering dinilai oleh eksportir tidak adil. Barang ekspor Indonesia terkena bea masuk kelewat tinggi ke negara pengimpor dibanding bea masuk barang yang sama dari negara lain. Akibatnya, barang ekspor Indonesia tidak mengalami peningkatan volume ekspor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>