Nilai Ekspor Vs Nilai Impor

ekspor imporPerkembangan perekonomian dunia sangat ditentukan oleh ekspor impor yang dilakukan negara-negara yang ada di dunia. Aktivitas ekspor impor ini merupakan bagian dari neraca perdagangan. Adanya ekspor dan impor dapat melengkapi kebutuhan antar negara. Faktor faktor yang mempengaruhi ekspor impor antara lain, biaya produksi seperti tenaga kerja, modal, dan pajak, lalu biaya bahan baku, pergerakan kurs, hambatan non tarif seperti lingkungan, kesehatan, dan standar keamanan, ketersediaan valuta asing, dan harga pokok produksi di negara produsen.

Ekspor dan impor harusnya membuat negara negara di dunia menjadi sama sama melengkapi, bukannya memiskinkan negara yang lain. Negara seperti Cina, Jepang, Amerika, dan Kanada dapat menarik keuntungan yang cukup besar dari ekspor impor. Data ekspor mereka lebih besar bila dibandingkan data impor mereka. Ini artinya mereka lebih banyak memasarkan produksinya untuk dijual ke luar dibanding membeli barang dari luar negeri. Data ekspor dan data impor mengalami kenaikan yang berimbang dan terus menerus naik dari tahun ke tahun. Perbedaanya adalah jumlah data ekspor yang lebih tinggi dibanding data impor, meskipun sama-sama mengalami kenaikan.

Negara Cina contohnya data ekspor pada tahun september 2010 mengalami kenaikan 24,7% per tahun sementara data impor juga mengalami kenaikan sekitar 24,1 % pertahun. Data ekspor mengalami kenaikan begitu juga dengan data impor hanya saja kedua angka tersebut berbeda meski tidak terlalu jauh. Amerika sendiri pada tahun 2010 nilai ekspor nya meningkat 6,5% sementara data impor naik 4,8%hampir semua negara maju mengalami kenaikan di bidang ekspornya. Negara maju memilik faktor pendukung dalam menaikan data ekspornya, kondisi politik yang stabil, kayanya sumber daya alam dan manusia, serta kekuatan untuk memasukan barang mereka ke negara kecil dan berkembang. Data impor mereka biasanya akan stabil dan selalu berada di bawah nilai ekspor.

Pada negara berkembang data impor seringkali melebihi data ekspor. Negara berkembang merupakan negara yang belum stabil baik ekonomi dan politiknya serta memiliki kebijakan yang lemah terhadap investor asing. Negara berkembang juga kurang memiliki sumber daya manusia yang berkompeten sehingga lebih mengandalkan impor dalam pemenuhan kebutuhan sehari hari. Indonesia contohnya hingga hari ini Indonesia masih mengimpor beras dari luar negeri.

Selisih data ekspor dan impor masing masing negara akan berbeda. Meski sama-sama mengalami peningkatan selisihnya akan tetap terlihat. Hanya saja bukan berarti negara maju tidak dapat mengalami penurunan. Mesir yang sekarang sedang bergejolak mengalami penurunan nilai ekspor. Gejolak sosial dan politik Mesir menyebabkan perekonomian menjadi tidak stabil. Harga minyak pelan-pelan mulai naik karena Mesir tidak dapat mengekspor minyaknya. Di London sendiri kenaikan minyak sudah mulai terasa. Data ekspor dan data impor suatu negara tidak akan pernah sama dan akan terus berselisih angka. Kestabilan bukan berarti memiliki angka yang sama melainkan hanya sama naik atau turun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>