Prediksi Ekspor-Impor Indonesia

prediksi ekspor indonesiaPerdagangan ekspor impor Indonesia di tahun 2011 diprediksi masih berkutat pada barang kebutuhan pokok, barang kebutuhan manufaktur, barang elektronik dan telekomunikasi. Inflasi Indonesia lebih banyak disumbang dari sektor bahan makanan. Hal ini menunjukkan prediksi impor lebih banyak dari barang kebutuhan pokok makanan. Kurs rupiah yang menguat terhadap berbagai mata uang asing akan mendorong masuknya barang konsumsi dari luar negeri banyak beredar di pasar dalam negeri. Pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih banyak didorong oleh ekspor impor dan tingkat konsumsi barang.

Peta tujuan negara dalam kegiatan ekspor impor mengalami pergeseran. Hal ini dipicu oleh krisis keuangan global yang masih melanda negara-negara Uni eropa dan Amerika serikat. Kegiatan ekspor impor pada tahun 2011 akan terlihat ramai di kawasan negara-negara Timur tengah, Asia timur, India dan Cina.

Prediksi ekspor Indonesia lebih banyak didominasi oleh bahan baku mentah dari sektor pertanian, perkebunan dan kehutanan. Sedangkan prediksi ekspor untuk barang produk jadi yang akan dikirim ke luar negeri oleh eksportir yaitu garment, mebel, alas kaki, mi instant dan alat tulis. Gencarnya arus modal dari luar negeri yang memasuki pasar modal dan pasar uang tampaknya sulit masuk ke sektor riil. Terkecuali kebijakan pemerintah tentang portofolio keuangan yang bertujuan menahan arus modal ini telah berjalan. Arus modal ini berpotensi besar menguras cadangan devisa negara. Melihat kenyataan demikian, prediksi ekspor dari bahan baku mentah tidak mengalami banyak perubahan sepanjang tahun 2011.

Prediksi ekspor bahan baku mentah seperti crude palm oil (CPO), lateks, kopi, kakao akan tetap rutin mengirim barang ekspor ke negara tujuan. Selama tidak ada penambahan pabrik baru yang menggunakan bahan baku mentah ini, harga komoditas di pasar internasional masih lebih menarik daripada harga pasar di dalam negeri. Negara tujuan ekspor yang disasar oleh eksportir yaitu India, China, Uni eropa dan Amerika serikat.

Prediksi ekspor barang produk jadi seperti mebel dan alat tulis akan mengalihkan tujuan ekspor ke negara-negara arab yang sebelumnya banyak ke negara-negara Eropa dan Amerika serikat. Negara-negara Arab sedang mengalami kemajuan yang pesat dalam pembangunan properti. Pembangunan apartemen, hotel dan permukiman membutuhkan perabotan rumah tangga untuk mengisi ruangan interior. Perekonomian negara-negara Arab tidak terpengaruh dengan gempuran krisis keuangan global.

Prediksi ekspor barang produk jadi garment dan alas kaki masih menyasar negara Uni eropa dan Amerika serikat. Negara-negara Eropa dan Amerika serikat terkenal sebagai surga fashion. Permintaan garment untuk memenuhi kebutuhan industri fashion berlangsung terus-menerus.

Pelaku ekonomi yang berperan sebagai importir dengan volume barang impor terbesar dipegang oleh pemerintah. Produksi beras nasional tidak mencukupi kebutuhan seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, prediksi impor dengan komoditas beras akan berlangsung sepanjang tahun 2011.

Industri makanan dan kue membutuhkan gula dalam jumlah banyak. Produksi pabrik gula dalam negeri tidak dapat mencukupi kebutuhan industri makanan dan minuman. Oleh karena itu, prediksi impor dengan barang komoditas gula rafinasi akan mengalami peningkatan sepanjang tahun 2011. Kebijakan pemerintah telah mengijinkan gula rafinasi beredar di pasar dalam negeri.

Tingkat konsumsi masyarakat Indonesia diperkirakan akan meningkat. Hal ini dipicu oleh pertumbuhan ekonomi yang sesuai dengan ekspektasi pelaku usaha. Prediksi impor untuk barang konsumsi seperti elektronika dan teknologi informasi akan membanjiri pasar dalam negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>