Titik Tertinggi Angka Ekspor Indonesia

ekspor indonesia Data ekspor yang dihimpun dari media massa dan situs resmi pemerintah Indonesia periode tahun 2009 sampai 2010 menunjukkan tren peningkatan. Data ekspor mulai bulan januari hingga oktober tahun 2010 mencapai angka USD 125,13 milyar. Angka ekspor Indonesia ini lebih tinggi daripada angka ekspor Indonesia pada periode bulan yang sama di tahun 2009. Perubahan angka ekspor Indonesia mencapai 35,45 persen.

Barang ekspor migas mendapatkan angka USD 21,73 milyar. Angka ini lebih tinggi dibandingkan angka ekspor di tahun 2009 yang hanya USD 19,01 milyar. Perubahan angka barang ekspor migas mencapai 53,30 persen. Produksi minyak mentah (crude oil) masih berkisar 955 ribu hingga 960 ribu barrel perhari. Saat ini, sembilan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) telah menemukan sumber baru cadangan minyak dan gas. Harapan pemerintah, di tahun 2011 produksi migas meningkat hingga 30 persen.

Barang ekspor nonmigas memperoleh angka USD 103,39 milyar. Angka ini merupakan tertinggi selama dua tahun terakhir. Barang ekspor nonmigas mengalami peningkatan sebesar 32,21 persen. Penyumbang terbesar angka ekspor Indonesia dari nonmigas yaitu sektor industri. Industri hulu merupakan kontributor utama peningkatan ekspor Indonesia dari sektor industri. Barang ekspor dari industri hulu yaitu crude palm oil (CPO) dan lateks.

Volume barang ekspor dari CPO di tahun 2010 mencapai angka tertinggi sebesar 16 juta ton. Angka ekspor Indonesia ini telah melampaui target sehingga perlu regulasi pemerintah untuk melakukan pembatasan ekspor. Regulasi ekspor yang dilakukan oleh pemerintah yaitu peningkatan tarif bea keluar CPO menjadi 20 persen. Efek lanjutan dari kebijakan pemerintah ini dapat menggairahkan industri hilir berbasis minyak sawit. Seperti kita ketahui, pada industri hilir sedang menuju gejala deindustrialisasi.

Data ekspor Indonesia di tahun 2010 masih lebih rendah dibandingkan dengan data ekspor di tahun 2008. Kemilau angka ekspor Indonesia di tahun 2008 dipicu oleh harga minyak mentah dunia yang tinggi dan apresiasi dolar terhadap rupiah. Saat itu barang ekspor ekspor migas mencapai angka USD 29,12 milyar. Sedangkan barang ekspor nonmigas mencapai angka USD 107,89 milyar. Total angka ekspor Indonesia di tahun 2008 mencapai USD 137,07 milyar.

Ekspor Indonesia di tahun 2011 diharapkan oleh pelaku usaha mengalami peningkatan. Indikator ekonomi makro Indonesia mendukung arah peningkatan ekspor. Cadangan devisa Indonesia yang mencapai angka USD 95 milyar mampu menstabilkan nilai tukar rupiah. Ibarat kepompong, data ekspor Indonesia akan menampilkan kecantikan di tahun kelinci ini. Jika sebaliknya, kepompong akan menjadi makhluk buruk rupa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>