letter of credit

Back to Back Letter of Credit: Apakah itu?

Letter of credit adalah cara pembayaran internasional yang biasa dilakukan dalam perdagangan ekspor impor. Letter of credit atau yang sering disingkat sebagai L/C merupakan dokumen yang diterbitkan oleh organisasi keuangan karena permintaan pembeli yang akan menyediakan intsruksi dalam penyusunan dokumen. Para pihak yang terlibat dalam L/C adalah pembeli (pemohon), bank pembeli (penerbit), penerima (penjual/penerima), dan bank penerima. Letter of credit ditetapkan oleh International Chamber of commerce (ICC). Aturannya dituangkan dalam ICC Uniform Bea and Uniform Customer and Practice for Documentary Credits. Dalam hal ini bank bertanggung jawab untuk menjamin atas nama kliennya (penjual), bahwa semua kondisi dokumen telah dipenuhi sebelum Surat dana kredit dikeluarkan.

Letter of credit sendiri memiliki berbagai jenis:

  • Revocable letter of credit yaitu, surat bisa dicabut atau diubah tanpa pemberitahuan sebelumnya. Ini jarang digunakan dalam perdagangan ekspor impor karena kurang memuaskan bagi eksportir tetapi menguntungkan importir.
  • Irrevocable letter of credit, dimana surat tidak dapat dibatalkan selama dalam jangka waktu yang ditentukan. Surat ini dapat dibatalkan bila sudah disetujui semua pihak yang bersangkutan.
  • Irrevocable dan confirmed letter of credits, ini sangat bermanfaat bagi penerima karena dapat mendapatkan jaminan dari kedua bank, baik bank pembeli dan bank penjual.
  • Clean letter of credit, dalam surat ini tidak dicantumkan persyaratan ekspor impor lain untuk penarikan wesel, hanya diminta untuk menyerahakan kuitansi biasa.
  • Back to back letter of credit, disini penerima bukanlah pemilik barang melainkan hanya perantara. Perantara membeli satu barang dan menjualnya kepada yang lain. Pihak yang terlibat yaitu pembeli dan bank sebagai penerbit Surat Asli Kredit, Penjual/produsen dan bank nya, serta perantara dan banknya.

Back to back letter biasanya digunakan terutama oleh perantara yang ingin menyembunyikan indentitas sebenarnya baik dari produsen maupun konsumen. Bisa juga disebut counter credit atau reciprocal letter of credit. Back to back mirip dengan kredit yang dipindahtangankan. Hanya saja kredit back to back dilaksanakan secara terpisah. Bank pembuka belum tentu menjadi bank yang memberikan nasihat atau menegaskan kredit pertama.

Back to back memiliki kekurangan. Dokumen yang diberikan harus dihormati oleh bank pembuka. Kredit pertama mungkin berakhir sebelum diberikannya dokumen dibawahnya, seperti penerima yang lalai dalam mengganti faktur. Bila kredit pertama dikonfirmasi oleh bank perantara maka bank tidak berkewajiban untuk menyelesaikannya. Selain itu pihak pemborong terkadang tidak ingin identitasnya diketahui baik oleh pembeli maupun penjual hal ini biasanya akan menjadi masalah. Back to back letter yang dilakukan dalam ekspor impor biasanya sering dihindari oleh bank bank umum, karena memiliki berbagai resiko yang cukup membahayakan seperti yang telah disebutkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>