Hal-Hal Dasar Mengenai Ekspor

hal hal dasar eksporSebelum pelaku usaha memulai kegiatan ekspor, sebaiknya pelaku usaha mengetahui dasar-dasar tentang ekspor. Pengertian ekspor yang mudah dipahami oleh pelaku usaha yaitu pemenuhan permintaan pasar luar negeri terhadap penawaran barang yang diproduksi oleh produsen di dalam negeri. Pengertian ekspor yang lebih sederhana lagi yaitu setiap barang yang keluar dari suatu wilayah ke wilayah lain berdasarkan teritorial kedaulatan negara. Pemahaman pengertian ekspor ini sebagai pijakan awal untuk menuju tahap pemahaman ekspor Indonesia selanjutnya.

Pemahaman dasar ekspor Indonesia meliputi peraturan ekspor, prosedur ekspor dan status komoditas barang ekspor. Peraturan ekspor dikeluarkan oleh pemerintah. Fungsi peraturan ekspor yaitu mengatur tata tertib kegiatan ekspor. Pemerintah akan selalu memperbaharui peraturan ekspor sesuai dengan situasi dan kondisi perekonomian nasional dan global. Instansi pemerintah yang mengeluarkan peraturan ekspor antara lain Kementerian Keuangan Republik Indonesia, departemen perdagangan, bea cukai dan perpajakan. Peraturan menteri keuangan (PMK) tentang ekspor sebagai rujukan pertama yang harus diperhatikan oleh pelaku usaha. Peraturan yang dikeluarkan oleh institusi lain berisi teknis kegiatan ekspor.

Prosedur ekspor yaitu tata cara ekspor yang harus dilakukan pelaku usaha berdasarkan peraturan pemerintah yang berlaku. Prosedur ekspor yang perlu diketahui oleh pelaku usaha antara lain pemeriksaan barang yang dilakukan oleh surveyor di pelabuhan atau bandara, tata cara pengiriman barang ekspor, transaksi pembayaran tarif keluar barang beserta pajak, pengisian formullir registrasi eksportir, pengisian formulir pemberitahuan ekspor barang di pelabuhan atau bandara.

Dari sekian banyak tahapan prosedur ekspor yang harus dijalani oleh pelaku usaha, kelengkapan dokumen dan data mutlak valid. Kevalidan dokumen dan data merupakan tiket keluar barang ekspor. Prosedur ekspor Indonesia sarat dengan proses birokratis yang berlapis-lapis. Bagi kebanyakan orang, prosedur ekspor yang menjadi pengertian ekspor. Asumsinya, barang berada di pelabuhan atau bandara, ada surat izin barang keluar negeri, volume barang sangat besar atau nilai ekonomi sangat besar, kemudian barang diangkut oleh kapal atau pesawat terbang.

Peraturan ekspor Indonesia membagi status komoditas barang ekspor terdiri dari dua hal pokok. Pertama. barang ekspor yang diatur dan diawasi tata niaganya. Kedua, barang ekspor yang bebas keluar masuk antar negara yang diperdagangkan oleh pelaku usaha.

Peraturan ekspor Indonesia memperhatikan status komoditas barang secara intens pada barang ekspor yang diatur dan diawasi. Hal ini terkait dengan barang ekspor yang termasuk kategori kebutuhan dasar dan vital bagi kedaulatan bangsa dan negara. Barang yang diatur tata niaganya antara lain tekstil dan produk tekstil, lampit rotan, kayu dan produk kayu, barang hasil industri dan kerajinan dari kayu cendana, kopi dan maniok.

Barang yang diawasi oleh pemerintah kegiatan ekspornya antara lain padi dan beras, kacang kedelai, tepung gandum atau meslin, tepung beras, tepung jagung dan tepung gandum hitam, tepung halus dan tepung kasar dari kacang kedelai, gula tebu atau bit dan sukrosa murni kimiawi dalam bentuk padat, ternak hidup, binatang liar dan tumbuhan alam yang dilindungi secara terbatas, minyak dan gas bumi, pupuk urea, timah, inti kelapa sawit, jenis perikanan dalam keadaan hidup (ikan napoleon, nener, ikan arwana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>